Buntut Pertemuan Rahasia di Exelco, 4 Oknum Jaksa Dilapor ke Kejagung

Buntut Pertemuan Rahasia di Exelco, 4 Oknum Jaksa Dilapor ke Kejagung

AMBON – Pertemuan rahasia antara empat oknum Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan korupsi pengadàan kapal ikan 15 dan 30 Gross Tone (GT) milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku dengan istri dari salah satu terdakwa kasus tersebut berbuntut panjang.

Pasalnya, keempat oknum jaksa tersebut masing-masing Kepala Seksi Penuntutan Kejati Maluku Rolly Manampiring, Eka Hayer, Agus dan Haris dilaporkan Aliansi Ambon Bersih Korupsi ke Kejaksaan Agung.

Hal tersebut dijelaskan Koordinator Bidang Hukum Aliansi Ambon Bersih Korupsi, Marthen Latupeirissa, SH kepada koran ini, Sabtu (19/3).

Diungkapkan Latupeirissa, tindakan pertemuan rahasia yang dilakukan keempat oknum jaksa dengan istri dari Suratno Ramly, salah satu terdakwa kasus dugaan korupsi kasus pengadaan kapal ikan tersebut jelas telah melanggar kode etik kejaksaan.

“Dalam kode etik Kejaksaan dengan jelas disebutkan bahwa jaksa dilarang bertemu dengan terdakwa ataupun keluarga terdakwa maupun pengacara terdakwa diluar kantor kejaksaan dan jam kerja, ” tutur Latupeirissa.

Namun anehnya lanjut Latupeirissa, keempat oknum jaksa tersebut walaupun telah mengetahui kode etik tersebut, mereka tetap mengabaikannya.

Latupeirissa juga menambahkan, pertemuan rahasia yang dilakukan empat oknum jaksa Kejati Maluku diduga untuk mengatur besarnya tuntutan yang akan disampaikan penuntut umum kepada Suratno Ramly.

Indikasi tersebut lanjutnya, semakin menguat dengan hadirnya Rolly Manampiring yang menjabat Kepala Seksi Penuntutan pada Kejaksaan Tinggi Maluku.

“Pertemuan itu juga berlangsung seusai jaksa penuntut melakukan pemeriksaan terhadap para terdakwa beberapa jam sebelum pertemuan rahasia di Exelco digelar, ” paparnya.

Aliansi Ambon Bersih Korupsi menduga pertemuan tersebut selain guna mengatur besar tuntutan kepada terdakwa, juga guna mengatur berapa besar uang mahar yang harus disetorkan istri terdakwa para jaksa penuntut tersebut.

Indikasi ini semakin kuat apalagi melibatkan salah satu oknum jaksa yakni Eka Hayer yang sesuai catatan Aliansi Ambon Bersih Korupsi memiliki track record kurang baik.

“Hayer sendiri sesuai informasi yang kami dapat sering menemui keluarga terdakwa. Salah satunya adalah keuarga terdakwa kasus dugaan korupsi keramba apung,” tuturnya.

Oleh karena itu selain melaporkan keempat oknum jaksa tersebut ke Kejaksaan Agung, Aliansi Ambon Bersih Korupsi juga melaporkan keempatnya ke Komisi Kejaksaan untuk ditindak. (SM – 03)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: