Maluku Miliki 25 Blok Migas

Maluku Miliki 25 Blok Migas

JAKARTA-Maluku dan Maluku Utara adalah provinsi yang sekitar 90 persen wilayahnya lautan. Maluku membutuhkan perlakuan khusus, seperti hak Otonom Khusus Kelautan. Sebab potensi terbesar di wilayah ini adalah di laut, baik kekakyaan ikan maupun minyak dan gas bumi (migas).

Maluku memiliki kekayaan yang luar biasa berupa 25 blok migas. 15 Blok sudah dimiliki investor, sedangkan 10 blok merupakan potensi yang belum digarap.

Hal itu disampaikan tokoh Maluku yakni pakar laut dalam Dr Augy Syahilatua, praktisi Migas Boetje HP Balthazar, Direktur Eksekutif Archipelago Solidarity Foundation, Dipl-Oek. Engelina Pattiasina, Minggu (2/8) malam. Hadir juga pemuda Maluku Stevie Kakerissa dan Ferry Lasatira.

Engelina Pattiasina mengatakan, tuntutan untuk hak otonomi khusus kelautan bagi Maluku adalah sesuatu yang wajar dan semestinya diberikan, demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Maluku yang kini masuk wilayah empat besar termiskin dari 34 provinsi. Alokasi anggaran daerah jangan dihitung berdasarkan luas daratan semata, sementara Maluku sebagian besar wilayahnya dan potensinya ada di laut.

“Kita minta juga hak ulayat dikembalikan kepada Maluku. Hanya satu provinsi yang memiliki hak ulayat yang disebut ‘Petuanan’ di mana hak ulayat sampai wilayah laut, namun kini tidak ada lagi. Ini harus dikembalikan,” tegasnya

Engelina mengingatkan, dalam perayaan 70 tahun Kemerdekaan Indonesia, kita tidak boleh lupa sumbangsih luar biasa tokoh Maluku bagi Republik. Dan kini, rakyat Maluku harus maju dan sejahtera dengan kekayaan lautnya. Maluku tidak boleh lagi miskin dan tertinggal karena memiliki potensi alam dan kekayaan yang luar biasa.

Laut Dalam
Pendapat senada dikemukakan Augy Syahilatua yang juga Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon mengatakan, pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo baik dalam masa kampanye maupun setelah resmi menjadi Presiden telah menegaskan bahwa masa depan Indonesia adalah di lautan. Karena itu orientasi pembangunan harus diarahkan pada laut, baik potensi perikanan, migas, dan pariwisata. “Nah, Maluku yang sebagian besar lautan , jika diberi Otsus Kelautan pasti akan maju,” katanya.

Menurut Augy, Indonesia khususnya Maluku membutuhkan kapal riset yang canggih untuk riset, dan Pemerintah juga harus konsisten dan tegas dalam kaitan riset Migas di laut dalam Maluku.Karena banyak kapal modern asing yang bebas meneliti, sementara kita sendiri tak punya data hasil riset tersebut.

“Saya juga mengingatkan potensi laut dalam kita belum tergarap. Selama ini baru kedalaman 200 meter yang dimanfaatkan,s emnetara laut dlam di Banda saja sekitar 7.700 meter.”kata Augy.

Tokoh Maluku yang menguasai bidang Migas, Boetje juga menyatakan hal sama, bahwa Otsus Kelautan mutlak bagi Maluku mengimgat semua potensi Migas Maluku ada di lautan. “Sayang sebagaian besar kini dikuasai perusahaan asing dan dampaknya bagi daerah dan rakyat masih kecil.

Boetje menyebut potensi Migas luar baisa di Maluku yakni di Blok Marsela, Blok Babar Selaru, Blok Pulau Moa Selatan, dan Blok Roma.

Ketiga tokoh ini, Augy, Engelina dan Boetje juga sepakat bahwa rakyat Maluku harus maju dan sejahtera dengan kekayaan lautnya. Apalagi saat peringatan 70 tahun Kemerdekaan RI, Maluku tidak boleh lagi miskin dan tertinggal.**

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: